Kepala BNNK Bima 'Arogan', Pagawai Undur Diri - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Kepala BNNK Bima 'Arogan', Pagawai Undur Diri

Bima,  KB. - Masalah kembali terjadi di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima. Sikap "arogan' pimpinan BNNK Bima membuat sejumlah pegawai mengundurkan diri.
Sebelumnya, pada saat pimpinan yang lama,  seorang pegawai mengundurkan diri setelah diomelin pimpinan gara-gara memelihara brewok.

AKBP,  Hurri Nugroho SH, MH.
Kali ini,  sikap 'arogan' di lembaga BNNK Bima juga ditunjukan pimpinan yang baru.  Akibatnya, dua orang pegawainya mengundurkan diri dan satu orang diputuskan kontrak kerjanya alias dipecat.

Imam Arif Cahyadin, salah satu pegawai kontrak BNNK Bima,  pagi tadi mengajukan surat pengunduran diri,  setelah sehari sebelumnya dimencak-mencak dan dimarahi pimpinannya.

"Saya sudah ajukan surat pengunduran diri tadi pagi,  karena saya tidak menerima sikap pimpinan yang memarahi saya di depan banyak orang. Kalau dia panggil dan marahi saya di ruangannya saya bisa terima, " jelasnya.

Menurut Imam,  dia dimarahi karena tidak memberikan laporan kegiatan saat mengantar pasien yang direhabilitasi ke Bogor.  Padahal menurut Imam,  laporan tetap disampaikan ke group rehab BNNK Bima namun tidak disampikan ke group WA BNNK Bima,  dan laporan itu sebenarnya tidak wajib sifatnya seperti kegiatan rehab sebelumnya.

"Saat tiba di kantor,  saya diomelin dengan kata-kata yang membuat saya tersinggung.  Saya dibilang goblok,  sarjana apaan kamu? dan lainnya di depan banyak orang. Ini masalah harga diri dan saya tidak terima itu. Padahal, saya pergi bersama teman saya setelah menerima Sprin dari pimpinan,  " bebernya.

Hal yang sama juga dirasakan Hairul S. Ip,  dirinya mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman lagi bekerja dengan atasannya itu,  lantaran dimarahi terus tanpa alasan yang jelas.

"Intinya saya tidak nyaman lagi bekerja dengannya, makanya saya undur diri, "sebutnya.

Sementara pegawai lain yang sudah diputuskan kontrak kerjanya, Fitrah. Securiti ini pernah ditampar saat lepas piket karena loncat pagar.

Fitrah saat itu datang mau bikin lamaran baru untuk perpanjang kontrak,  karena lepas piket. Namun pada saat itu di depan sedang ada apel pagi,  sehingga dia loncat pagar di belakang.

Ia mengakui salah,  namun yang dia sesali tidak pernah menanyakan alasan kenapa loncat pagar.

"Saya tidak pernah ditanyakan alasan kenapa loncat pagar,  langsung ditampar dua kali. Saya akui salah, tapi setidaknya tanyakan dulu kenapa loncat pagar, " ujar Fitrah.

Sementara itu,  Kepala BNNK Bima AKBP,  Hurri Nugroho SH, MH saat dikonfirmasi sejumlah awak media di kantornya Selasa Siang ((17/12/2019) membantah semua tuduhan itu. Menurutnya, semua tindakan yang dilakukannya sesuai dengan SOP. 

"Kalau Imam saya marahi, karena dia bekerja tidak sesuai SOP. Apalagi dia berangkat membawa pasien yang direhab tidak ada Sprin. Di kantor ini semua pekerjaan harus sesuai dengan SOP. Sebenarnya Imam mau saya selamatkan, karena kontraknya mau habis, mau saya alihkan jadi Securiti. Dia mau saya pertahankan makanya mau saya titipkan securiti. Karena mereka tenaga kontrak setiap tahun yang kewenangannya ada sama pimpinan," jelasnya.

Kalau Fitrah, menurutnya memang tidak lagi layak untuk dipertahankan, karena sudah banyak melakukan kesalahan dan meninggalkan tugas. "Kalau masalah tampar itu sebenarnya hukuman. karena dia loncat pagar tanpa alasan jelas," tandasnya.

Sementara untuk Hairul, menurut Hurri, dia memang mengundurkan diri karena tidak mampu menyelesaikan tugasnya, sementara saya dikejar detline. "Saya baru lima bulan disini, dengan ketertinggalan penyerapan DIPA dan Program-program, sementara pak Hairul tidak sanggup, makanya mengundurkan diri," tuturnya.

Intinya, menurut Hurri, semua kegiatan di BNNK Bima harus sesuai SOP. Dirinya tidak ingin kejadian di daerah lain yang sampai kepala BNN nya dicopot, juga terjadi di BNNK Bima. (KB-01) 

1 komentar:

  1. Untuk bukti pencairan W / A: +6281617538564
    Nama ******* Neni Syahir
    kota: ******** Bandung
    jumlah pinjaman: ****** Rp5,5 miliar
    suku bunga: ******* 1%
    @Twitter ikuti sekarang: *********** @AasimahaLoan

    Saya adalah korban penipuan di tangan kreditor palsu. Saya kehilangan sekitar Rp.65.000.000 karena saya membutuhkan modal besar Rp. 5,5 miliar. Saya hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi dan bisnis saya hancur, dan dalam proses itu saya kehilangan suami saya. Saya tidak tahan lagi. 4 November 2019, saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah restuarant di Bandung yang memperkenalkan saya kepada seorang ibu yang baik, Ny. AASIMAHA ADILA MEMILIKI PERUSAHAAN PINJAMAN, yang akhirnya membantu saya dengan pinjaman besar untuk membayar hutang bank saya. Tolong, bantu saya untuk berterima kasih kepada ibu-ibu Muslim yang memberikan perusahaan pinjaman besar milik sendiri, pemilik pabrik dan individu pribadi untuk meningkatkan kehidupan dan bisnis mereka. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menasihati sesama orang Indonesia. Jika Anda menginginkan pinjaman modal besar, Anda dapat menghubungi mereka dan melihat situs web mereka. Anda perlu tahu bahwa ada banyak scammer di blog ini yang tidak memiliki situs web di Google map. perusahaan pinjaman resmi AASIMAHA ADILA AHMED LOAN memberi saya pinjaman Rp5,5 miliar dengan tingkat bunga sangat rendah untuk 1% seiring pinjaman jangka panjang dengan persetujuan cepat dan pencairan darurat. Jika Anda menginginkan kapita investasi yang besar dan Anda ingin membayar hutang Anda, segera terapkan dan berbahagia seperti banyak orang di sini.
                                          Batas aplikasi di bawah ini

    E-mail: *******aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com
    WhatsApp ::: ************ + 447723553516
    Email saya; ***************** nenisyahir@gmail.com

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.