Woha Menguning Lagi, IDP : Ini Tanda yang Baik Untuk Kemenangan Pasangan In-Dah - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Woha Menguning Lagi, IDP : Ini Tanda yang Baik Untuk Kemenangan Pasangan In-Dah

Bima, KB.- Pasangan Calon Calon Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Puteri SE - Drs. H. Dahlan M. Noer (In-Dah) nomor urut 3, melakukan kampanye politik dan blusukan di Desa Penapali dan Donggobolo, Dadibou dan Naru Kecamatan Woha, Jumat, (13 /11/20). 
Kegiatan yang ketiga kalinya di Woha ini, tidak berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Dalam kegiatan tersebut terlihat antusias warga Desa Penapali dan Donggobolo, Dadibou dan warga Desa Naru tumpah ruah di jalan menyambut kedatangan calon Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima ( In-Dah). 


Tokoh masyarakat Desa Donggobolo Arsyad mengungkapkan, bahwa tumpah ruahnya masyarakat di jalan menandakan bahwa kemenangan akan berpihak kepada In-Dah di 09 Desember mendatang.

“Insya Allah Desa Penapali dan Donggobolo akan siap memenangkan kandidat nomor urut 3 pada tanggal 09 Desember mendatang,"tuturn Arsyad. 

Hj. Indah Dhamayanti Puteri SE dalam pertemuan tersebut mengungkapkan rasa terimakasih yang tak terhingga atas sambutan masyarakat Woha.

”Terimakasih banyak atas antusiasme masyarakat Desa Penapali dan Donggobolo terkhusus kepada para tim pemenangan In-Dah di Woha, semoga ini adalah tanda-tanda kemenangan buat pasangan calon nomor urut 3 In-Dah," pungkas Umi Dinda. 

Berdasarkan pantauan wartawan, warga dua Desa dan Tim pemenangan dan simpatisan In-Dah serentak meneriakkan nama Umi Dinda - Haji Dahlan untuk menjadi pemimpin Kabupaten Bima untuk kedua kalinya periode 2020-2025. 


Paslon nomor urut 3 dijemput oleh massa pendukungnya. Jalan dipadati massa pendukung IDP-Dahlan dari 5 Desa dimaksud. Akibatnya, arus lalu lintas (Lalin) macet hingga 4 jam. Seperti biasanya, satu persatu masyarakat yang berdiri berjejer di Jalan disapa dan dijabat salam. 

Begitupun di Godo, Donggobolo, Dadibou dan Naru. Penyambutan yang sangat meriah terjadi di Dadibou. Masyarakat dari berbagai kalangan keluar rumah hanya untuk bertemu langsung dengan In-Dah. Kondisi serupa pun berlangsung di Naru. Di desa tersebut, IDP berjalan kaki menyapa dan berjabat tangan dengan masyarakat yang sudah berjam-jam menunggu kedatangannya. (KB-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.