Rekonsiliasi Sejarah Perang Ngali 1908 Akan Dipentaskan di STIE Bima - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Header Ads

Rekonsiliasi Sejarah Perang Ngali 1908 Akan Dipentaskan di STIE Bima

Bima, KB.- 20 Februari 2021

Pertunjukan Lakon Perang Ngali 1908 merupakan rekonsiliasi sejarah perang Ngali pada saat melawan penjajah Belanda. Kendati demikian, pada pertunjukannya, pentas tersebut akan dibuat semirip mungkin.

dokumentasi konferensi pers persiapan Pertunjukan Lakon Perang Ngali 1908 yang akan di pentaskan di STIE Bima


Mulai dari kostumnya atau pun bagaimana realita pada saat itu. Sehingga dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dilakukan riset terkait kejadian bersejarah itu. Yakni dilakukan penelitian pada Tahun 2015/2016, hingga bisa dipentaskan di Tahun 2021.


Sutradara pementasan, Bangkit mengatakan, konsep pertunjukan tersebut digunakan model komunikasi Realis-Konvensional. Sehingga apa yang dipertunjukkan di atas panggung itu terlihat semirip mungkin dengan realitanya.

"Alhamdulillah masyarakat umumnya sangat menyukai model komunikasi seperti ini," ujarnya.

Kata dia, model dialog tersebut dapat menitikberatkan pada pengamatan penonton. Dengan demikian nilai edukasi pada pertunjukan tersebut tersampaikan.

"Ada nilai edukasi dan ada juga hiburannya. Kombinasi keduanya itu sangat apik untuk mereakasikan para penonton nantinya," sebutnya.

Yang menarik pada pertunjukan Lakon Perang Ngali 1908 itu menurutnya, dapat membangkitkan semangat generasi untuk menggali tentang sejarah. Hal itu kata dia, lebih tepat untuk disajikan kepada generasi milenia sekarang ini.

"Sebab sekarang, generasi kita mengalami degradasi dalam membaca buku, jadi lewat pertunjukan seperti ini mampu membantu generasi-generasi kita yang sudah menurun dayanya dalam membaca buku itu," urainya.

Sementara ketua UKM Biru 09 yang juga pimpinan produksi pementasan Lakon Perang Ngali 1908, Yogi menyampaikan, pertunjukan tersebut merupakan bagian dari program kerja UKM. Dalam persiapannya dibutuhkan waktu dan tenaga yang semaksimal mungkin.

"Kita pikirkan hal ini selama 2 bulan baru kita melakukan latihan. Sedangkan proses latihan cukup lama lagi, selama 5 bulan lamanya, jadi cukup alot dalam persiapannya," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain proses persiapan dan latihan yang cukup lama. Pihaknya pun harus berhadapan dengan berbagai kendala lain, seperti pergantian pemain dan lainnya.

"Kita juga ganti aktornya beberapa kali, mamang dibutuhkan perjuangan yang maksimal," tuturnya.

Yogi menambahkan, pada sejarah perang Ngali, merupakan manifestasi perlawanan masyarakat Bima pada saat itu terhadap penjajah. Didalamnya terlibat para jawara dari berbagai pelosok yang ada di Bima.

"Tidak hanya orang Ngali pada saat itu, ada juga orang Donggo, Dena dan lainnya," imbuhnya.

Penulis naskah, Fajrin mengatakan, dalam sejarahnya Perang Ngali merupakan struktur yang hidup dalam kebudayaan orang Bima. Dengan karakter yang keras tapi tidak melupakan nilai akidah.

"Kita tetap menjunjung tinggi nilai-nilai itu walau kita dikenal keras," sebutnya.

Untuk kedepannya, akan diupayakan sebuah novel tentang perang Ngali 1908. Artinya tidak hanya dibuatkan dalam bentuk naskah pementasan lagi.

"Hal ini akan jadi tanggungjawab generasi kedepannya untuk mewujudkan mimpi itu," tegasnya.

Para aktor Pertunjukan Lakon Perang Ngali 1908


Sedangkan Wakil Ketua III STIE Bima, Muhajirin SE, MM, menyampaikan, sangat mendukung dengan adanya industri kreatif tersebut. Selain melatih karakter mahasiswa, hal itu juga akan mempersiapkan para mahasiswa dan mahasiswi STIE khususnya untuk bersaing di jaman sekarang ini.

"Ketika mereka keluar nanti akan mampu bertahan hidup dengan segala kreativitas yang mereka dapatkan, dan ini sangat bernilai positif," ungkapnya.

Sebagai perwakilan lembaga STIE Bima, dirinya menyampaikan ungkapan terimakasih pada generasi UKM Biru 09 yang sudah menginisiasi industri kreatif itu. Tentunya dengan melihat bagaimana proses dalam mewujudkan pementasan yang cukup luar biasa tersebut.

"Kami dari lembaga STIE Bima sangat berterimakasih kepada teman-teman sekalian yang telah berjuang semaksimal mungkin untuk mewujudkan ini dan penuh dengan berbagai pengorbanan," tandasnya. 

Untuk diketahui, ini nama-nama aktor dalam pertunjukan Lakon Perang Ngali 1908. Diantaranya, Ompu kapa'a, Haji Sa'id, Abas, Petugas Belanda dan Jubaidah. Tiket pementasan yang sudah terjual sudah 300 lebih tiket. Pementasan akan dipentaskan 26/27 Februari 2021. (KB-07)


1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.