Pupuk Langka, Himdos Desak Bupati Ganti Distributor - Kabar Bima

Pupuk Langka, Himdos Desak Bupati Ganti Distributor

Bima, KB.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Donggo dan Soromandi (Himdos) menggelar aksi di depan kantor Bupati Bima, Senin (11/12/2017). 

Wakil Bupati Bima, saat beraudensi dengan masa Himdos.
Masa Himdos mendesak Bupati Bima untuk menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mereka, yang diantaranya segera hentikan aktifitas pembabatan hutan secara ilegal yang terjadi di wilayah Desa Mbawa Kecamatan Donggo, membentuk tim pengawasan terhadap pembabatan liar hutan lindung dan melakukan reboisasi hutan lindung yang telah dibabat dengan luas 400 Ha.

Dan yang paling urgen yang menjadi tuntutan masa aksi yaitu masalah kelangkaan pupuk di wilayah Donggo dan Soromandi. Mereka membeberkan bahwa selain langka, harga jual pupuk subsidi pemerintah juga melambung tinggi.

"Saat ini masyarakat Donggo dan Soromandi mengalami krisis pupuk. Selain kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, kami juga harus membeli pupuk subsidi dengan harga yang lebih mahal, yakni 2 sampai 3 kali lipat dari harga HET," ujar Adhar saat berorasi.

Dirinya meminta kepada Bupati Bima untuk menangani masalah pupuk secepatnya, karena 70 porsen petani di Donggo dan Soromandi sudah menanam padi dan jagung, sehingga membutuhkan pupuk sesegera mungkin.

"Tananam kami saat ini sedang membutuhkan pupuk. Kalau tidak ada pupuk, maka tahun ini kami terancam gagal panen," jelasnya.

Dirinya juga membeberkan, bahwa peredaran pupuk di Donggo dan Soromandi dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum yang bukan pengecer resmi dengan harga yang sangat mahal. "Tidak mungkin oknum yang bukan pengecer mendapatkan pupuk subsidi, kalau bukan dari distributor," bebernya.

Dirinya mendesak Bupati Bima, untuk segera mengganti distributor pupuk wilayah Donggo dan Soromandi, sehingga pendistribusian pupuk bisa tepat sasaran. Menurutnya, pupuk sebenarnya tidak langka, tetapi karena ulah oknum distributor yang sengaja ingin memainkan harga pupuk.

"Kita sudah lakukan investigasi, bahwa di gudang pupuk subsidi itu menumpuk, bahkan pemilik gudang mengeluhkan para distributor yang sengaja mengulur waktu pengambilan pupuk di gudang untuk dibawa ke masing-masing pengecer," tandasnya.

Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M.Noer yang menerima masa aksi mengatakan, tuntutan masa aksi akan diterima baik pihaknya dan akan ditindaklanjuti. Mengenai pupuk, pemerintah Kabupaten Bima sudah berkali-kali melakukan rapat koordinasi dengan para distributor untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk.

"Memang ada oknum distributor yang nakal, dan kita sudah melaporkan ke pupuk Kaltim dan konsekuensinya sudah dikurangi jatahnya. Namun jika masih terjadi masalah yang sama, maka oknum distributor tersebut bisa saja dicabut ijin usahanya," jelas Dahlan.

Masa aksi nyaris bentrok dengan aparat keamanan, karena memaksa ingin bertemu dengan Bupati dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun saat itu, Bupati Bima tidak ada di Kantor karena ada kegiatan di tempat lain. Untung saja Wakil Bupati Bima hadir dan menemui masa aksi, sehingga rencana masa aksi untuk berkemah di Kantor Bupati pun dibatalkan. (KB-01) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.