Tak Dipinjami Duit, Keponakan Tega Bacok Paman Sendiri - Kabar Bima

Tak Dipinjami Duit, Keponakan Tega Bacok Paman Sendiri

Mataram, KB.- Seorang pelaku minta pinjam uang sebanyak Rp. 20 Juta kepada korban. Tapi korban belum bisa memberikan pinjaman. Namun korban tetap mengusahakan, karena tidak terima pelaku membacok korban yang merupakan pamannya sendiri, di Lingungkukan Pondok Perasi Kel Bintaro Kecamatan Ampenan, Kamis (15/11/2018).

Korban saat dirawat di RS Bhayangkara Polda NTB.
"Kalau kronologisnya saya kurang tahu pasti, yang jelas tadi sekitar Jam 2 an orang-orang pada ribut semua," jelas Tomi anak korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

Tomi anak korban tahu dari temannya bahwa bapaknya dibacok oleh pelaku dan langsung Tomi ke TKP. Korban bernama H. Ismail Adnan (60) warga Lingungkukan Pondok Perasi Kel Bintaro Kecamatan Ampenan, sedangkan pelaku berinisial SH warga Dusun Tegal Desa Montong Kecamatan Batu Layar.

Baca Juga : H Qurais Diperiksa Penyidik Tipikor

"Ada teman yang konfirmasi ke saya, bilang bapak ini dibacok. Saya langsung ke TKP, tapi korban sudah dilarikan kesini, rumah sakit (Bhayangkara)," ungkap Tomi. 

Tomi juga mengatakan bahwa pelaku diamankan oleh Kepala Lingkungan, "Pelaku saat ini sudah diamankan oleh Kepala Lingkungan, sampai disana pelaku cuma agak stres-stresan. Makanya langsung dibawa kesini," ujarnya Tomi.

Peristiwa pembacokan dilihat langsung oleh Ketua RT setempat.

"TKP di Lingkungan Pondok Prasi RT. 2 Kelurahan Ampenan Kota Mataram. Kebetulan tadi disaksikan sama Pak Lalu Sirie Ketua RT. 2 nya," katanya.

Pengkauan Tomi, bahwa Korban dan pelaku  sebelumnya tidak ada masalah. Terjadinya pembacakon saat pelaku HS minta pinjam uang pada pamannya (Korban) namun diusahakan oleh korban. 

"Kalau masalah sebelumnya nggak ada, cuma kejadiaanya ini mungkin karena faktor depresi dari pelaku, kan dia (pelaku) minta tolong ke korban untuk meminjam uang. Minjam uang Rp20 Juta, jadi korban masih usahain," kata Tomi.

Lanjutnya, korban dibawakan ke RSUD NTB untuk dilakukan perawatan intensif, "Mau dirujuk ke rumah sakit umum Provinsi," katanya.

Pelaku SH pembacokan ini adalah keponakan dari korban. "Pelaku ini keluarga, saudara misan saya (sepupu) kerena keponakan bapak saya," ucap Tomi.

Kasubag Humas RSU NTB, Solikin, SKM  tidak bisa memberikan keterangan terkait kondisi korban pembacokan. Karena dianggap Kepolisian yang punya hak. "Belum bisa kami berikan. Tidak bisa kita publikasi kecuali ada perintah dari kepolisian. Kami pastikan korban dilayani, hanya Kepolisian yang bisa jawab seperti itu," jalas Solikin.

Kasubag kembali mempertegas bahwa pihak rumah sakit tidak bisa mengespos kondisi korban karena sifatnya rahasia.

"Oh nggak bisa diekspos, jadi kondisi pasien sedang ditangani di RS belum bisa disampaikan, karena masih dalam penanganan medis. Kondisi pasien menjadi hak pasien untuk diberikan privasi sesuai UU RS dan rekam medis termasuk informasi yang dikecualikan sesuai UU keterbukaan informasi publik," tegas Kasubag Humas RSUD NTB. (KB-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.