Rabat Gang, Warga Minta Ketua BKM Oi Fo'o Berlaku Adil - Kabar Bima

Rabat Gang, Warga Minta Ketua BKM Oi Fo'o Berlaku Adil

Kota Bima, KB.- Proyek rabat gang yang dikerjakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Oi Fo'o yang belokasi di lingkungan RT.07 Kelurahan Oi Fo'o Kecamatan Rasanae Timur, itu tidak merata dan terkesan pilih kasih.

"Pelaksaan proyek tersebut benar-benar terkesan pilih kasih. Sebab, depan dan samping rumah saya tidak dikerjakan,"ujar FR kepada kabarbima.com, Jumat (11/01/2019).

Berdasarkan cerita FR, bahwa pengerjaan proyek rabat gang itu tidak dibuatkan parit. Yang semestinya parit itu harus ada, kerena lingkungan Oi Fo'o itu berada di kemiringan dan tidak rata. Jika tidak dibutakan parit, otomatis ketika hujan datang, maka gang yang dirabat itu akan ketutup oleh material batu dan tanah lumpur yang terbawa arus air.

"Berdasarkan pantauan itu, lalu saya mengusulkan ke BKM agar segera dibuatkan parit, sehingga arus air itu bisa lancar dan material batu dan pasir pun tidak lagi menutup jalan,"katanya.

Selain parit, dirinya juga mengusulkan agar depan dan samping rumahnya itu dibuatkan talud sehingga sejajar dengan gang, dan ketika hujan tanah tersebut tidak langsor.

"Kalau mau depan dan samping rumahnya ditalud sialakan siapkan batu dan pasir sendiri, biar kami yang mengerjakananya," kutipnya dari bahasa pengurus BKM.

"Masa minta batu dan pasir sama saya, sementara proyek ini kan ada anggaranya tersendiri, aneh kan,"ucapnya.

Masih lanjut dia, Karena tidak diberikan meterial batu dan pasir, akhirnya pekerjaan talud itu dialihkan ke tempat lain.

"Parit tidak dibuatkan, talud depan dan samping rumah tidak dikerjakan bahkan WC pun tidak diberikan, dengan alasan kami sudah punya WC pribadi,"ungkapnya.

"Saya sudah berikan pelebaran jalan. Dan saya ingin keadilan, BKM jangan Pilih kasih dan harus ada pemerataan,"harapanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua KSM Anugrah BKM Oi Fo,o Ridwan mengatakan, bahwa pada lokasi lingkungan RT.07 itu belum dikerjakan oleh BKM, karena dalam RABnya tidak ada pengerjaan talud di wilayah tersebut.

"Wilayah itu belum kami sentuh karena tidak ada dalam RAB,"tuturnya.

"Intinya kami dari pihak BKM maupun KSM tidak berani mengerjaakan talud tersebut karena tidak ada dalam gambar dan usulan awal,"jelasnya.

"Karena tidak masuk pada anggaran proyek tahun 2018, Insyaallah pada tahun 2019 ini kita akan upayakan pengerjaan,"janjinya.

Ketika disinggung soal pengerjaan talud itu sengaja tidak dikerjakan dengan alasan beda politik? Dia menjawab, itu tidak benar, karena semua pekerjaan BKM lewat program kotaku tidak ada kaitanya degan politik. 

"Ini program Kotaku dan tidak ada kaitanya dengan politik,"tegasnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.