Yandi Optimis Tuntaskan PR DPRD Sebelumnya - Kabar Bima

Yandi Optimis Tuntaskan PR DPRD Sebelumnya

Bima, KB.- Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Bima periode Tahun 2019-2024 pada Rabu (24/09/2019) kemarin, mendapat tanggapan dari sejumlah publik, terutama di dunia maya. Adapun bentuk tanggapan tersebut, berupa penyelesaian agenda-agenda strategis anggota dewan sebelumnya dan penilaian soal keberadaan Ketua DPRD dengan Bupati.

Muhammad Putra Feryandi, S. Ip
Ketua DPRD yang baru saja dilantik itu, mendapat tantangan dari berbagai elemen. Baik itu anggota DPRD sendiri maupun elemen mahasiswa dan masyarakat. 

Agenda-agenda strategis dimaksud, misalnya mengenai permasalahan aset daerah yang ada di Kota dan Kabupaten Bima. Juga persoalan penyelesaian pembangunan rumah-rumah dinas yang ada.

"Menganai masalah aset-aset daerah, sudah kita bicarakan dari sebelumnya. Bahkan sebelum pelantikan. Saya juga sudah membahas bersama dengan pak suryadin terkait itu. Dan nanti akan menjadi atensi khusus kita dan akan ada pertemuan selanjutnya," kata Yandi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumaat (27/09/2019).

Dirinya tetap optimis untuk menjalankan tugas mulia yang sedang diembannya. Apalagi, terkait tantangan-tantangan yang dihadirkan untuknya tersebut.

"In Syaa Allah, saya akan tetap bekerja semaksimal mungkin. Kita lihat nanti saja, karena sekarang kita juga baru dilantik dan saya juga baru memimpin," tuturnya.

Sementara itu, dirinya juga menjawab atas tudingan-tudingan publik soal kepemimpinan dinasti. Bahwa hal itu, ia menilai terlalu jauh dalam berperspektif.

"Memang tidak bisa saya pungkiri keberadaan saya selaku ketua DPRD sementara dengan ibu saya selaku Bupati Bima. Tapi hal itu, hanya berlaku sebatas di dalam rumah saja mengenai seorang anak dengan seorang ibunya," katanya sembari tersenyum.

Ia menegaskan, tidak ada kaitannya antara hubungan darah dengan sebuah kebijakan dalam profesi. Artinya, ia tetap akan bersikap profesional, sebagaimana mestinya antara legislatif dengan eksekutif.

"Tidak ada sama sekali hubungannya, karena bicara soal ibu dan anak seperti yang saya bilang tadi, itu hanya berlaku sebatas dalam rumah saja. Dan tidak dibawa-bawa sampai ditempat kerja atau dikaitkan dengan profesi masing-masing," tandasnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.