Nurdin Ranggabarani jadi Guru di Sekolah Politik - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Nurdin Ranggabarani jadi Guru di Sekolah Politik

Kota Bima,KB.- Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ) PPP NTB, Nurdin Ranggabarani jadi Guru di Sekolah Politik di gedung LPMP Mataram, Jumat malam (26/03/2017).

Kegitan tersebut diadakan oleh NTB Public Initiative (NPI) bekerjasama dengan Indonesian Public Initiative (IPI) Jakarta yang didirikan oleh Desmon J Mahesa, aktivis prodem angkatan 80-an yang sekarang menjadi anggota DPR RI komisi III dari partai Gerindra.

Ketua NTB Publik Inisiativ (NPI)  Megawati Lestari, dalam  sambutannya mengatakan, bahwa sekolah politik yang digelarnya ini  mengambil tema "Menyiapkan Generasi Muda NTB yang berdaya saing" dan diikuti oleh semua perwakilan BEM dan Organisasi Kepemudaan sebanyak 45 peserta. "Acara Sekolah Politik NPI ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat sampai Minggu siang kemarin (28/03/2017).

Selanjutnya Mega juga menjelaskan dalam Sekolah Politik ini IPI Jakarta menugaskan 8 orang Guru utk memberikan pembekalan materi politik terhadap peserta dengan berbagai materi kurikulum yang sudah disiapkan, Diantara delapan Guru dari IPI terdapat sejumlah nama aktivis yang beken di eranya antara lain Bung Efendi Saman, pendiri LBH Nusantara di Bandung, Iwan Sumule, Aktivis senior Jakarta, Dadang seorang jurnalis AJI, Usep Setiawan, aktivis pembaharuan agraria dari Bandung serta peserta lainnya.

Mega W. Lestari, SH, mengatakan selaku penanggung jawab penyelenggara sekaligus Ketua NTB Public Initiative (NPI) bahwa inilah sekolah politik pertama yang diselenggarakan di NTB.

"Insya Allah akan kita gagas pula di beberapa kabupaten/kota di NTB," tuturnya.

Sedangkan pemateri atau narasumber dalam sekolah politik ini terdiri dari para praktisi dan jaringan mantan aktifis dari berbagai kota di Indonesia.

Ketua NPI NTB secara khusus  menghadirkan Nurdin Ranggabarani, yang juga mantan Ketua Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) periode 1990/1992 untuk memberikan materi tentang dasar dasar kepemimpinan kepada peserta sekolah politik.

"Bang Nurdin sengaja kami minta jadi Guru karena leadershipnya sebagai sosok anggota dewan sudah tidak diragukan lagi, dan beliau sebagai mantan aktivis mahasiswa memiliki kepedulian yang kuat kepada nasib rakyat kecil,"ujarnya.

Lanjut dia, dirinya masih banyak belajar dan berguru kepada sosok seperti Desmon J Mahesa, Efendi Saman, Dadang Aji, Iwan Sumule, Usep Setiawan maupun Nurdin Ranggabarani yang memiliki jaringan dengan tokoh tokoh besar di Mataram atau di Jakarta.

Terakhir Mega berharap agar alumni sekolah politik NPI kelak dapat menerapkan ilmu yg diperoleh dari dewan guru secara baik di masing masing lembaganya agar terjadi proses pencerahan.

"Pada akhirnya nanti muncul generasi-generasi aktivis muda baru yang memiliki perspektif dan orientasi gerakan yang jelas," pungkasnya. (KB-06)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.