Diduga pihak RS Muhammadiyah Lalai, Seorang Bayi meninggal Sesaat setelah Dilahirkan - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Diduga pihak RS Muhammadiyah Lalai, Seorang Bayi meninggal Sesaat setelah Dilahirkan

Kota Bima, KB.- Seorang ibu asal Kelurahan Panggi harus kehilanggan buah hatinya, sesaat setelah dilahirkan. Bayi berjenis kelamin laki-laki buah hati pasangan  Muhamad Juliarto dan Emi Fahturhmi itu lahir pada hari Minggu (07/03/2017). Namun, bayi yang baru dilahirkan itu, meniggal sesaat setelah dilahirkan di Rumah Sakit (RS) PKU Muhamadiyah Kota Bima.

Orang tua bayi masih terbaring lemas di RS.PKU Muhammadiyah.
Meninggalnya bayi malang tersebut diduģa kuat akibat kelalaian dan keterlambat penanganan pihak RS PKU Muhamadiyah. Kepada Kabar Bima, ayah dari bayi yang sudah diberi nama Aima Pradika Juliarto tersebut mengaku kecewa dengan pelayan pihak RS Muhammadiah. Karena menurutnya, pihak rumah sakit tidak profesioanl dalam menangani pasien, sehingga mengakibatkan anaknya meninggal dunia

"Kita masuk RS Muhammadiyah, Sabtu (06/05/2017) kemarin,  sekitar pukul 18.00 wita.  Saat itu istri saya mau melahirkan, sehingga pihak keluarga membawanya ke rumah sakit," kata Muhamad Sugiarto kepada Kabar Bima saat ditemui di kediamannya tadi pagi.

Lanjutnya, Sesampai di RS.PKU Muhamadiyah ternyata Dokternya Satu pun tidak ada di tempat, sementara kondisi istrinya sudah tidak kuat lagi dan harus segera ditangangi.

"Pàda saat itu ada tiga Bidan yang tugas piket, bahkàn saya sudah menanyakan dimana dokter sehingga tidak ada yang menanggani istri saya. Mereka hanya menjawab dokternya tidak ada," bebernya.

"Dokternya tidak ada, lagi istiraha dan tidak bisa diganggu bahkan kita sudah çoba hubungi lewat pesan singkat (SMS) tapi tidak ada jawaban," lanjutnya mengutip  bahasa petugas piket saat itu.

Mendengar jawaban petugas seperti itu, Sugiarto berinisiatif ingin mencari dokter hingga ke rumahnya. Namun, satupun dari petugas RS tidak ada yang tahu rumah Dokter tersebut, sementara kondisi istrinya semakin memburuk.

"Bagaimana dengan nasib anak dan istri saya kalau dokternya gak ada," ujar lelaki yang biasa disapa Toto dengan nada kasar.

Setelah beberpa saat menunggu, sekitar pukul 01.00 wita, dokternya masih juga belum datang, Sampai pukul 03.00 dini hari pun dokternya juga belum kunjung datang.

"Dokternya datang pas pukul 05.00 wita pagi dan itu baru istri saya ditangani, sementara istri saya masuk rumah sakit sejak pukul 18.00 wita,"akunya.

Lanjut dia, setelah ditangani dan pihak dokter melakukan operasi, ternyata nyawa bayinya tidak tertolong lagi akibat terlambat dilakukan perawatan medis.

"Istri saya selamat, tapi anak saya tidak bisa diselamatkan lagi. Saya menduga meniggalnya anak saya ini akibat kelalaian pihak RS PKU Muhamadiyah yang terlambat melakukan operasi persalinan,"tegasnya.

Menurutnya, Pihak RS PKU Muhamadiyah harus bertanggungjawab atas kematian bayinya tersebut. Pihak ķeluarga berencana akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kota Bima.

"Cukup saya dan keluarga yang mengalami nasib seperti ini, jangan orang lain lagi. Sebenarnya yang menyangkut nyawa manusia itu harus diutamankan dan juga menjadi prioritas,"pungkasnya.

Sementara itu, Pihak RS PKU Muhammadiyah yang coba dikonfirmasi untuk perimbangan berita, belum berhasil ditemui. Pihak RS yang berhak untuk memberikan keterangan tidak ada yang masuk kantor karena hari Minggu. 

Sementara salah satu dokter yang dihubungi, untuk dimintai keterangan tidak mau menjawab pertanyaan wartawan. Beberapa wartawan menghubunginya lewat handphone, namun setelah dijelaskan bahwa yang menelpon adalah wartawan yang ingin konfirmasi soal kematian bayi itu, dokter langsung memutuskan komunikasi tersebut. Kemudian wartawan mengirim pesan untuk memastikan ada tanggapan, namun tidak ada balasan juga. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.