10 Orang Warga Bima Positif Corona, Bupati Langsung Rapid Test Warga yang Pernah Berinteraksi dengan Pasien - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

10 Orang Warga Bima Positif Corona, Bupati Langsung Rapid Test Warga yang Pernah Berinteraksi dengan Pasien

Bima, KB. - Kasus Covid-19 atau virus corona mendarat di Bima. Sebanyak 10 orang terkonfirmasi positif corona.

Hal ini diumumkan Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB Lalu Gita Ariadi, Senin (20/4). "Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik," katanya.

Pasien positif corona di Bima 10 orang adalah Pasien nomor 76, an. Ny. R, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. 

Pasien nomor 77, an. Tn. I, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. 

Pasien nomor 78, an. Tn. AH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape, 
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. 

Pasien nomor 79, an. Ny. IJ, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah 
terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. 

Pasien nomor 80, an. An. IA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit 
Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. 

Pasien nomor 81, an. Tn. B, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. 

Pasien nomor 82, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan 
Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. 
Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. 

Pasien nomor 83, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. 

Pasien nomor 84, an. Tn. S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. 

Pasien nomor 85, an. Tn. MS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah.

Bupati Bima,  Hj.  Indah Dhamayanti Putri dalam rilisnya menyatakan,  setelah mendapatkan hasil SWAB itu,  pemerintah Kabupaten Bima langsung menindaklanjuti hasil tracking terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan 10 orang tersebut untuk dilakukan isolasi dan rapid test secepatnya. 

"Pemerintah Kabupaten Bima melalui Tim Gugus tugas penanganan Covid 19 telah melakukan isolasi terhadap 10 orang tersebut di RSUD Bima dengan standar  isolasi Penanganan Covid 19," jelasnya. 

Selanjutnya, untuk mengantisipasi adanya penambahan pasien, pemerintah Kabupaten Bima telah menyiapkan RS Sondosia sebagai 
Alternatif Isolasi. "Kabupaten Bima yang sebelumnya status siaga kini berubah  Status menjadi tanggap darurat bencana,"sebutnya. 

Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bima untuk tidak panik, dan tetap tenang,  tetap di rumah,  cuci tangan pakai sabun,  pakai masker,  hindari kerumunan dan jaga jarak.  

Untuk orang-orang yang pernah berinteraksi dengan 10 orang tersebut,  bupati mengharapkan kerjasamanya dengan tim gugus tugas dalam hal tracking,  atau melaporkan diri ke puskesmas terdekat, agar bisa dilakukan rapid test secepatnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.