Dengan Ber-KB, Kita Sudah Membantu Meringankan Beban Daerah dan Negara - Kabar Bima

Dengan Ber-KB, Kita Sudah Membantu Meringankan Beban Daerah dan Negara

Bima, KB.- Bisa menyediakan masa depan yang lebih baik dan sejahtera bagi keluarga dan anak-anak merupakan cita-cita dan mimpi dari semua orang. Menuju keluarga yang sejahtera perlu perencanaan yang matang, mulai dari umur menikah, serta jumlah anak dalam keluarga juga menentukan keluarga yang sejahtera.

Nurdin, S.Sos
Seperti itulah pernyataan Kabid PPKB dan PK, Nurdin S.Sos kepada Kabar Bima, Jum’at (21/04/2017) saat ditemui diruang kerjanya. Menurutnya, ada banyak manfaat jika kita mengikuti dan menjalankan program KB. Sebab pemerintah daerah dan pusat sudah merencanakan keluarga kita untuk menjadi keluarga sejahtera dengan berbagai program.

“Salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan keluarga dan masyarakat pada umumnya, yaitu dengan program kampung KB. Semua lini sektor terlibat dalam program tersebut, sehingga kesejahteraan masyarakat dan keluarga dalam satu desa akan merata,” jelasnya.

Ada manfaat lain program KB selain manfaat berikut, seperti Menurunkan resiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik, Menurunkan angka kematian maternal serta peningkatan IPM, Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, Dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak, Mencegah penularan penyakit berbahaya, Lebih menjamin tumbuh kembang bayi dan anak, Dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, Pendidikan anak lebih terjamin, dan Dapat menentukan kualitas sebuah keluarga.

Dengan manfaat KB berarti keluarga dapat menyelamatkan kehidupan serta meningkatkan status kesehatan ibu dan anak. Terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran, serta mengurangi tingkat risiko kematian pada bayi. Selain itu, program KB juga dapat memberi keuntungan bagi kehidupan ekonomi sebuah keluarga dan masyarakat. Selain itu,program KB juga telah mebuktikan bahwa pria juga ikut bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka dan keluarganya.

Lanjutnya, Jika masyarakat sudah ikut program KB salah satunya dengan program dua anak cukup. Maka secara otomatis keluarga atau masyarakat tersebut sudah ikut membantu beban daerah dan negara dalam hal anggaran.

“Contohnya, Jika sebelumnya ada keluarga miskin yang jumlah anaknya 4 atau sampai enam orang, berarti ada banyak anggaran yang disediakan pemerintah untuk membantu anak-anak tersebut, melalui Beasiswa Miskin, Bantuan Siswa Miskin (BSM), BOS, dan bantuan sosial lainnya. Kemudian dikalikan berapa banyak jumlah keluarga yang memiliki banyak anak. Berati anggaran daerah dan negara banyak yang diarahkan kesitu, belum untuk pembangunan dibidang lainnya,”urainya.

Kata Nurdin, berbeda dengan yang jumlah anak dalam satu keluarga hanya dua anak. Pemerintah bisa menghemat anggaran sebanyak mungkin dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain, dan keluarga juga tidak banyak mengeluarkan biaya sehari-hari dengan jumlah anak hanya dua orang.

“Otomatis dengan Ber-KB, kita ikut membantu meringankan beban pemerindah daerah dan negara dalam menghemat anggaran dan membantu mewujudkan masyarakat dan bangsa yang sejahtera,” tandasnya.

Dulu, orang tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB), sehingga jarak kelahiran tidak teratur dan terencana dengan baik. Saat anak masih membutuhkan perhatian dan fasilitas dari orangtua, sudah ada anak lain lahir, demikian juga dengan berikutnya. Dulu harus mengalami hidup susah dan berat sekali karena orangtua tidak bisa membiayai sekolah sampai tinggi. Anak pertama kadang harus mengalah karena orangtua harus membiayai adik-adiknya. Sehingga sekarang banyak yang sebelum menikah, sudah bertekad harus menjalankan program KB dengan benar. (KB-01)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.