Dianggap Tak Mampu, Pasien yang Protes di RS. dr Agung, Kini Digratiskan - Kabar Bima

Dianggap Tak Mampu, Pasien yang Protes di RS. dr Agung, Kini Digratiskan

Kota Bima, KB.- Sempat viral di media sosial, soal berita tentang pasien umum bernama Elly Marliana, di Rumah Sakit dr. Agung beberapa waktu lalu, kini telah berakhir. Pasien yang memprotes soal biaya rumah sakit saat itu, kini telah dikhlaskan oleh manajemen RS dr. Agung untuk tidak membayarnya alias digratiskan.

Elly Marliana.
Sempat dikabarkan, bahwa biaya administrasi pasien itu, ditanggung Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Bima, H. Azhari. Mendengar kabar tersebut, Kadikes pun menjawab bagian dari pertanyaan publik itu, pada Selasa (26/02/2019).

"Siapa yang tanggung? Saya cuma menengahi saja. Tugas saya selaku kepala dinas ini, membimbing, mengawasi, rumah sakit, klinik dan termasuk juga rumah sakit itu. Kalau ada persoalan dengan masyarakat, ya saya coba masuk untuk menyelesaikan itu," ungkapnya pada wartawan kabarbima.com, dalam ruang kerjanya.

Lanjutnya, kabar yang cukup viral di publik itu dibantahnya. Ketika dipertegas, apakah benar ia menanggung biaya dimaksud atau tidak, dirinya pun mengaku tidak.



"Nggak dong, bahwa sebenarnya tidak seperti itu. Saya hanya mediasi saja. Karena saya melihat keributan di Facebook. Tapi saya tidak main FB, ada staf saya yang melaporkan ke saya. Akhirnya setelah saya hubungi direkturnya, kita adakan pertemuan saat itu," bebernya.

Menurutnya, pihak ketiga yang dimaksud, mampu untuk menyelesaikan biaya administrasi tersebut. Karena kata dia, berdasarkan pengakuan pasien waktu itu, dia seorang pengusaha, tentu akan mampu membayar biaya rumah sakit. 

"Dia itu pengusaha Ikan. Masa iya pengusaha tidak punya duit. Itu pengakuannya terhadap saya," katanya.

Terakhir kata dia, bahwa dirinya bukan sebagai penanggung biaya itu. "Saya hanya jadi penengah dan bukan membayar," singkatnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit dr. Agung, drg. Hj. Siti Hadjar Joenoes, yang ditemui wartawan kabarbima.com, pada hari yang sama, mengatakan, bahwa pasien itu digratiskan, karena dianggap tidak mampu. "Saya menggratiskannya, karena pasien itu tidak mampu," singkatnya.

Ia menambahkan, terkait hal itu, akan ada penggantinya di jalan allah. Karena menurutnya, rezeki manusia tidak hanya data pada satu arah.

"Insya Allah, mungkin kita ada rezeki dari yang lain," tutupnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.