Bupati Tanam Pohon di Kawasan Waduk Pelaparado - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Bupati Tanam Pohon di Kawasan Waduk Pelaparado

Bima, KB.- Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia Ke XXV, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri didampinggi Wakil Bupati Bima, Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Ir. Agung Djuhartono, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa tenggara I Ir. Asdin Djulaidi, MM,MT bersama jajaranya, Camat Parado, serta para kepala desa yang berada di wilayah Kecamatan Parado melakukan penanaman 6000 pohon di kawasan Sabuk Hijau Waduk Parado (Kawasan Bendungan Pela Parado).

Kegiatan ini merupakan Kerjasama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS 1) dengan Pemerintah Kabupaten Bima, yang dilaksanakan Rabu, (22/03/2017) di kawasan DAM Pelaparado.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama, Badan Perserikatan Bangsa – bangsa telah menetapkan setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai hari Air Sedunia, dan tahun ini merupakan peringatan yang ke – 25 dengan tema “Air dan Air Limbah.” Tema yang diusung ini diambil, mengingat data setiap tahun memperlihatkan banyak anak – anak meninggal dunia akibat pencemaran air, kekurangan air dan bahkan kejadian banjir.

“Untuk itu, melalui gerakan menanam pohon yang kita lakukan ini mengingatkan kita betapa pentingnya pengelolaan Sumber Daya Air sebagai upaya konservasi lahan melalui gerakan gemar menanam pohon dan membuang air limbah. Gerakan ini perlu mendapatkan dukungan masyarakat untuk menghasilkan pelestarian sumber daya air dan lingkungan,” kata Bupati.

Bupati berharap, melalui aksi menaman pohon ini seluruh warga masyarakat dapat memelihara dan menjaga kelestarian Sumber Daya Air serta dapat menjaga lingkungan di sekitar, sehingga kedepan dalam rangka menjaga sumber air seperti mata air, dan sungai dengan tidak membuang limbah ke sumber-sumber air tersebut.

Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Ir. Agung Djuhartono mengemukakan melalui peringatan Hari Air Sedunia tahun 2017 ini, mengajak kita semua untuk memperhatikan lebih seksama keterkaitan antara pemenuhan kebutuhan air dan manajemen air limbah dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

“Sampai dengan tahun 2019, kementerian PUPR melaksanakan langkah penyediaan air minum yang didukung infrastruktur penyediaan air baku yang handal dan infrastruktur sanitasi dengan meningkatkan penyediaan air baku yang diiringi dengan pengendalian dalam pemanfaatan air tanah untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah, meningkatkan akses prasarana dan sarana air limbah,” katanya.

Dikatakannya, dengan adanya peningkatkan akses ini pembangunan infrastruktur air limbah system terpusat skala komunal kawasan dan kota di 438 Kabupaten / Kota ( melayani 34 juta jiwa) serta peningkatan kualitas pengelolaan air limbah dengan system setempat melalui peningkatan kualitas pengelolaan air lumpur tinja perkotaan dan pembangunan instalasi pengelolaan lumpur tinja di 409 Kabupaten / Kota dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemeliharaan sumber air dan pengolahan air limbah permukiman.

“Melalui peringatan Hari Air Sedunia ke – 25 ini, tentu merupakan momen untuk kembali menguatkan komitmen dan meningkatkan semangat kita semua serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijaksana dalam memanfaatkan air,”imbuhnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa tenggara 1 Ir. Asdin Djulaidi, MM,MT dalam pengantar menyampaikan, dalam rangka memelihara konservasi Sumber Daya Hutan tepatnya di kawasan DAM Pelaparao, Balai Wilayah Sungai Nusa tenggara 1 bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bima melakukan Aksi Penamanan pohon sebanyak 6000 pohon yang berlokasi di sekitar Daerah Aliran Sungai Pelaparado, Daerah Aliran Sungai Palibelo serta di sekitar areal Kelurahan Melayu.

Penaman pohon jenis kayu jati dan mahoni tersebut selain memperingati Hari Air Sedunia ke – 25 juga dalam rangka mengajak seluruh masyarakat agar dapat mencintai hutan. Dan diharapkan kedepannya dengan penanama pohon tersebut dapat menyimpan cadangan air untuk kita semua.

“Saya juga mengajak kepada kita semua untuk dapat menjaga hutan, karena kalau kita tidak menjaga hutan maka kita akan menerima akibat gundulnya hutan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu seperti banjir dan sebagainnya. selain itu dalam rangka menjaga sumber mata air, kita juga melakukan normalisasi sungai,”tuturnya.

Normalisasi sungai merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyediakan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi.
"Dengan meningkatnya intensitas penanaman pohon ini dalam rangka menjaga sumberdaya air dan terjaga kelestarian sumber daya air dalam jangan panjang,"jelasnya.

Momentum tersebut Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri bersama Wakil Bupati Bima serta Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Ir. Agung Djuhartono melakukan aksi penamana perdana pohon di sekitar areal waduk DAM Pelaparado Kecamatan Parado. (KB-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.