Lahan Jagung Sempit, Dispertabun Pasrah - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Lahan Jagung Sempit, Dispertabun Pasrah

Bima, KB.- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) tidak sanggup menambah luas lahan tanaman jagung. Permintaan pemerintah pusat untuk menambah lahan sebanyak 20 ribu hektar sulit dikabulkan.

Ir. Rendra Farid
"Kita tidak bisa  menambah lahan tanaman jagung. Lahan kita terbatas dan sempit,’’ ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunana (Disperbun) Kabupaten Bima, Ir. Rendra Farid pada Kabar Bima, kemarin.

Kata dia, luas lahan yang ditanam jagung saat ini tercatat sebanyak 45 ribu hektar. Lahan tersebut menyebar hampir merata di 18 Kecamatan.

"Tapi yang dominan menanam jagung baru beberapa kecamatan. Seperti, Kecamatan Sanggar, Tambora, Donggo dan Soromandi,’’ sebutnya.

Rendra mengaku, pemerintah pusat ingin meningkatkan lagi produksi jagung di Kabupaten Bima. Bahkan, mereka bersedia menyuplai bantuan untuk para petani jagung.

"Bantuan berupa benih dan pestisida. Tapi, kita mau garap jagung dimana, sementara lahan kita sempit, kalau permintaannya sebanyak itu, kita pasrah saja,’’ katanya.

Menurutnya, selain tanaman jagung, tanaman padi dan kedelai akan ditingkatkan tahun 2017. Namun, peningkatan sejumlah komoditi itu bertentangan dengan jumlah lahan yang ada.

"Kalau lahan jagung ditambah sebanyak 20 hektar. Terus untuk padi dan kedelai digarap dimana,’’ tanyanya.

Rendra menambahkan, akan mencoba memanfaatkan lahan yang belum digarap secara maksimal. Seperti lahan percetakan sawah baru yang mestinya harus ditanami padi, tapi tidak bisa maksimal.

"Kita akan coba dorong untuk tanami jagung. Tapi, jumlah lahan inikan tidak seberapa ketimbang dengan permintaan pusat,’’ sebutnya.

Dia mengaku, keinginan petani di Kabupaten Bima untuk menanam jagung sangat tinggi. Karena itu, pemerintah perlu mendukung keinginan petani.

"Kita akan coba nanti mengalihkan ke lahan pecetakan sawa baru. Mudah-mudahan bisa,’’ pungkasnya. (KB-05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.