Bulog Bagikan Raskin Tak Layak Konsumsi, Warga Sadia Protes - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Bulog Bagikan Raskin Tak Layak Konsumsi, Warga Sadia Protes

Kota Bima,KB.- Masyarakat Kelurahan Sadia Kota Bima mengeluhkan kualitas Beras Miskin (Raskin) yang diberikan pemerintah karena tidak berkualitas. Bahkan Raskin tersebut sudah tidak layak lagi untuk dikomsumsi.

"Kualitas raskin yang disalurkan pemerintah setiap tahunnya sudah tidak bagus lagi. Bahkan sudah tidak layak  untuk dikonsumsi karena sudah mengeluarkan bau tak sedap,"ujar Tokoh Masyarakat Sadia, M.Fiqri kepada Kabar Bima, Senin (31/07/2017).

Selian tidak berkualitas kata dia, Pemerintah Kota Bima juga sudah mengurangi jatah raskin untuk Kelurahan Sadia.

"Awalnya jatah raskin  yang kita dapat biasanya 158 karung, sekarang sudah dikurangi sebanyak 30 karung. Sehingga sekarang kita hanya menerima 128 karung saja,"bebernya.

Menurutnya, 128 karung beras tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan warga Kelurahan Sadia. Buktinya, pada saat pembagian raskin 05 Juli lalu, banyak warga yang tidak kebagian.

"Karena jatah raskin dikurangi banyak warga yang tidak kebagian,"ungkapnya.

Terkait jatah raskin, seharusnya pemerintah  bisa lebih adil dalam pembagian jatah. Begitu pula dengan kualitasnya, harus diteliti lebih dulu baru disalurkan ke masyarakat.

"Sudah kualitas raskinnya tidak bagus, malah jatahnya pula dikurangi.Kasihan kan warga yang tidak kebagian,"tuturnya.

Sementra itu, kepala Sub Bulog Drive Bima Burhanuddin Azhar saat dikonfirmasi Kabar Bima mengakui, bahwa beras bulog yang disalurkan itu memang kualitasnya semakin menurun disimpan terlalu lama dalam gudang.

Dijelaskannya, beras yang disalurkan kepada masyaralat itu adalah beras yang masuk pada tahun 2016 lalu. Sebenarnya beras itu harus segera di bagikan pada awal januari tahun 2017, tapi karena permintaannya diundur,maka dengan terpaksa beras yang disimpan tahun 2016 itu disalurkan pada bulan Mei 2017.

"Terlalu banyak selang waktu, sehingga kualitas beras menurun karena terlalu lama kita simpan,"jelasnya.

Sebenarnya kata dia, sebelum dibagikan ke masyarakat, pihaknya bersama pemerintah Kota Bima maupun Kabupaten Bima sudah melakukan pengecekan terhadap kualitas beras.

"Sebelum dibagikan kita sudah lakukan pengecekan terhadap kualitas beras,apakah beras ini layak dikonsumsi atau tidak. Tapi apa mau dikata, beras sudah terlalu lama di gudang dan akhirnya rusak juga,"urainya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat penerima raskin, jika ditemukan beras yang tidak layak untuk dikonsumsi, silahkan laporkan segera ke bulog agar secepatnya diganti dengan yang bagus.

"Beras yang rusak akan tetap kita ganti,"ungkapnya.

Sementara untuk masalah jatah beras,  dari pihak bulog sendiri tidak pernah mengurangi jatah raskin masyarakat per kelurahan. Jatah raskin sudah sesuai permintaan pemerintah.

"Jatah yang kami salurkan itu sesuai dengan permintaan,"jelasnya. (KB-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.