Gubernur NTB : Joki Cilik Simbol Budaya - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Gubernur NTB : Joki Cilik Simbol Budaya

Bima, KB.- Keberadaan joki cilik sebagai penunggang kuda pacuan secara tradisional di NTB khususnya pulau sumbawa, tidak pernah ada di daerah lain dan Negara manapun di dunia ini, sebagai masyarakat yang masih melestarikan dan mempertahankan, harusnya bangga dengan joki cilik sebagai simbol budaya. 

"Kita harus bangga dengan joki cilik sebagai simbul budaya daerah, tidak ada di daerah dan Negara manapun, kecuali di NTB khususnya pulau Sumbawa," jelas Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah, via WA Senin (21/10).

Pacuan kuda tradisional melibatkan joki cilik di pulau Sumbawa NTB, khususnya di Bima menjadi soal, karena insiden kecelakaan kuda mengakibatkan salah satu joki meninggal dunia saat kejuaraan di arena pacuan kuda Sambinae Kota Bima, dipersoalkan dengan alasan standar dan pengamanan anak sebagai joki. 

"Pernyataan saya "Soal Joki Cilik, Gubernur Ada Kebanggaan Yang Keliru" yang menjadi pembahasan dikalangan pecinta kuda pacuan tradisional Bima, itu dikutip nggak utuh," jelas dia.  

Kata dia, semestinya, joki cilik pada pacuan kuda menjadi kebanggaan masyatakat, bahwa kita bangga dengan joki cilik sebagai simbol budaya, dengan bangganga, keselamatan dan pendidikan joki beberapa tahun terakhir mulai diperhatikan untuk diprioritaskan. 

"Kita tidak hanya sebatas bangga memiliki budaya dan tradisi pacuan kuda melibatkan joki cilik, tapi kita sudah berbuat untuk memperhatikan keselamatan dan pendidikan dua tahun terakhir," kata dia. 

Sebagai wujud kebangaan dengan budaya joki cilik, Gubernur NTB secara pribadi memiliki lahan arena pacuan dan setiap iven slalu mengunakan joki cilik (mengunakan helm pengaman, engkel kali).

"pada saat iven di Penyaring Sumbawa sebelumnya, disiapkan sekolah untuk para joki cilik untuk memastikan bahwa para joki cilik tetap mendapatkan pendidikan, serta pengamanan saat menunggang kuda," kata dia. 

Gubernur mengaku, tetap mendukung keberadaan pacuan kuda dengan joki ciliknya, keselamatan dan pendidikan joki cilik menjadi perhatian dan harapan semua pemerhati kedepan.

"Pordasi NTB menaungi Pordasi Kabupaten dan Kota, sudah merumuskan standar joki dan keselamatan joki, termasuk asuransi dan pendidikan harus ada selama kejuaraan pacuan kuda berlangsung," tandasnya. (KB-07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.