Soal Dugaan Janda Ditipu Duda, Ini Kata Peminjam Uang - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Soal Dugaan Janda Ditipu Duda, Ini Kata Peminjam Uang

Kota Bima, Kabarbima. – Dugaan Penipuan yang berawal dari hubungan asmara antara UT (43), Duda empat anak dengan Vivi (31), Janda asal Lingkungan Kampung Benteng Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima, mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya, M Ibu Rumah Tangga (IRT) selaku pihak yang memberikan pinjaman sejumlah uang kepada Vivi.

Warga asal Kelurahan Pane Kota Bima itu, kepada kabarbima.com, Rabu (21/09), mengaku tidak hanya mengetahui soal hubungan asmara keduanya. Tapi, juga menyangkut uang pinjaman. Karena, dirinya merupakan pemberi pinjaman terhadap janda dari salah seorang Anggota TNI tersebut.”Saya tahu cerita soal uang itu, karena Vivi pinjam uang kepada saya,” akunya. Baca juga ; http://www.kabarbima.com/2016/09/janda-ini-ditipu-duda-rp30-juta-pun-raib.html
Namun lanjutnya, yang dipinjam hanya Rp.16 Juta Rupiah dengan alasan untuk modal usaha. Tapi sepengetahuannya, mulai dari awal proses pinjaman hingga pada transaksi pinjaman uang tidak pernah melibatkan atau menyebut nama orang lain atau bahkan kekasihnya.”Vivi sendiri yang pinjam uang kepada saya. Bahkan, ia datang ke rumah saya untuk ambil uang pinjaman dan tidak bersama UT,” ujarnya.
Menurutnya, apabila saat itu Vivi bersama UT, tentu saja nama yang tercantum dalam kwitansi sebagai bukti transaksi uang ini bukan hanya nama perempuan itu. Melainkan dua-duanya, walaupun salah satu dari mereka sebagai Saksi pasca transaksi uang pinjaman yang diambil sebelum Bulan Puasa tersebut.”Kenyataanya dapat dilihat sendiri, hanya nama Vivi yang ada dalam kwitansi ini, tidak ada nama UT,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, M juga menyinggung soal hubungan asmara kedua pasangan dimaksud. Walaupun, tidak terlalu mengetahui bagaimana suka duka perjalanan cinta Duda – Janda tersebut. Tetapi, sedikitnya dia tahu soal keseriusan keduannya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.”Setahu saya, keluarga si laki-laki pernah datang melamar ke keluarga perempuan. Tapi kabarnya, lamaran itu ditolak. Bahkan, UT sudah mengurus surat-suratnya di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebagai bukti, bisa di kroscek di KUA,” terangnya.
Menanggapi hal itu, pihak keluarga besar UT melalui kakak kandungnya yang juga Anggota Dewan enggan berkomentar terlalu jauh terkait persoalan itu. Karena masalah ini berawal dari hubungan asmara keduanya. Meski demikian, public dapat melihat, mengamati dan menilai dibalik persoalan ini.
Artinya, benar salah, ia serahkan kepada Allah SWT dan public sebagai penilainya. Termasuk cerita soal uang itu, apakah atas dasar kebenaran atau kebohongan belaka. ” Soal proses hukum, sebagai warga Negara yang baik dan taat hukum, kami siap lahir bathin. Intinya, apapun yang terjadi saat ini tidak terlepas dari kehendak Allah SWT, baik buruk, fitnah dan tidaknya, masing-masing akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.

*Azam

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.