Irfan : Hasil Seleksi PTT tidak ada Intervensi - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Irfan : Hasil Seleksi PTT tidak ada Intervensi

Bima, KB.- Rekruitmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemerintah Kabupaten Bima dimulai dengan seleksi administrasi yang dilakukan oleh panitia daerah, dalam hal ini BKD Kabupaten Bima, pada bulan Januari 2017.

Kemudian, Pemkab Bima, dalam hal ini Sekda selaku ketua panitia Bersurat secara resmi ke LPMP meminta LPMP untuk membantu melakukan Tes Akademik terhadap 1229 peserta yang telah lulus seleksi administrasi.
"Untuk menjawab permintaan tersebut, maka LPMP menggandeng Poltekes Mataram untuk melakukan tes akademik tersebut, penyusunan soal, validasi soal kompetensi kesehatan oleh poltekes, soal umum dan wawasan kebangsaan oleh LPMP," ujar ketua LPMP NTB, Irfan, M.Pd kepada kabarbima.com Rabu, (01/03/2017).


Menurutnya, pelaksanaan test akademik dilakukan dalam 2 tahap, yaitu ujian tulis, kompetensi dasar keahlian sesuai bidang masing-masing dan test wawancara yang berkaitan dengan wawasan, integritas, komitmen dan loyalitas serta wawasan kebangsaan. 

"Ujian tulis bobotnya 60 dan wawancara 40. Seleksi akademik telah dilakukan, hasilnya sudah diserahkan dan penetapan kelulusan oleh Pemkab Bima seluruhnya sesuai dengan hasil test,"jelasnya.

Lanjutnya, sebagai wujud dari akuntabilitas dan independensi pelaksanaan, maka LPMP melampirkan seluruh lembar jawaban peserta dan perolehan nilai seluruh peserta ke Pemkab Bima. 

"Ini sesuai dengan arahan Bupati Bima ke LPMP untuk melaksanakan dengan jujur, independen dan menghasilkan sumber daya yang berkualitas,"terangnya. 

Hasil seleksi tentunya tidak bisa memuaskan seluruh pihak. 111 orang tenaga PTT yang lulus seleksi akademik, dihasilkan sesuai kemampuan mereka, tidak ada intervensi sedikitpun dari siapapun, jauh dari kecurangan, kredibilitas lembaga dan tim seleksi taruhannya.

"Kita harus memulai berpikir positif terhadap apa yg dilakukan Pemkab Bima, tentunya kalau ada bukti kecurangan dari proses ini pasti ditindaklanjuti. Dan setiap siapapun diberikan ruang untuk mengkawal," tandasnya. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.