Oknum Anggota DPRD Mintah Jatah PTT - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Oknum Anggota DPRD Mintah Jatah PTT

Bima,KB.- Oknum Aggota DPRD Kabupaten Bima, tidak henti-hentinya berbuat ulah. Setelah beberapa Minggu lalu dihebohkan dengan soal menerima sedekah dari sesama anggota DPRD, kali ini oknum Anggota DPRD Kabupaten Bima, kembali berulah dengan meminta jatah pada perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Mereka menginginkan agar orang-orang yang dibawanya diloloskan dalam seleksi PTT. 

Sulaiman MT, SH
Salah Satu Pejabat yang juga menjadi panitia Seleksi PTT, yang meminta namanya tidak beritakan, kepada kabarbima.com mengungkapkan bahwa ada beberapa oknum anggota DPRD Kabupaten Bima yang meminta jatah pada proses seleksi PTT. Modusnya, oknum anggota DPRD ini mendatangi panitia seleksi dan berencana memanggil panitia untuk hadir dalam rapat komisi. 

"Tujuannya mereka meminta jatah 3 orang untuk diloloskan dalam seleksi PTT, dan paling sedikit 1 orang. Mereka mengaku anggaran untuk perekrutan PTT tersebut merupakan asprirasi anggota DPRD, jadi mereka meminta jatah," bebernya.

Bahkan diakuinya, pada saat test Senin kemarin, ada beberapa oknum anggota DPRD yang mendatangi lokasi ujian, untuk mempertegas keinginan mereka. meskipun belakangan anggota DPR tersebut berkilah sedang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi PTT.

Selasa (21/02/2017) kemarin, Komisi I memanggil Kepala BKD Kabupaten Bima untuk rapat klarifikasi soal proses perekrutan PTT tersebut. Rapat yang digelar di ruangan komisi I tersebut berlangsung secara tertutup dan dikawal ketat anggota Pol PP. Wartawan yang hendak meliput kegiatan tersebut pun tidak diperkenangkan berada disekitar ruangan komisi I meskipun diluar ruangan.  Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima membantah jika pemanggilan Kepala BKD selaku Sekretaris Panitia tersebut ada kaitannya dengan minta jatah.

"Tidak ada minta jatah, dan informasi itu tidak benar. Rapat ini untuk mengklarifikasi terkait adanya surat masuk dari Persatuan Masyarakat Sape Lambu, yang meminta proses seleksi PTT dihentikan sementara, karena diduga adanya kejanggalan yang terjadi dalam proses prekretan. Karena ada ditemukan STR palsu yang digunakan pelamar," bantah Sulaiman MT.

"Kita menindaklanjuti surat masuk itu, tidak ada hubungannya dengan minta jatah. kita melakukan klarifikasi, dan kita minta data dari panitia soal jumlah peserta dan lainnya, " tambahnya.

Setelah ditelusui, ada sekitar 6 orang yang mendatangi tim seleksi pada saat ujian berlangsung Senin kemarin, antara lain, IS, HA, AR, YS, AS dan AB. (KB-01) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.