Mengenal Lebih Dalam Sosok HMQ - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Mengenal Lebih Dalam Sosok HMQ

 Bagian Satu:

*TERLALU HORMATI ATURAN, TAPI SANGAT PERHATIAN!*

"Aji,  Ananda mohon perkenan menghadap?" tanyaku. 
"Besuk jam 9.00 Pagi. Saya tunggu d Kantor" jawabnya singkat. 
"Tapi ini mendesak Aji. Ada yg penting ingin ananda diskusikan?" pintaku agak memaksa. (Meski sebenernya,  saya yakin akan d tolak) 
"Besuk saja di kantor," tandasnya. 
Saya pun tak berani membantah lagi. 
...
Pagi jam 09.05 saya baru sampai halaman kantor Walikota Bima.
Tidak berani ambil resiko, saya pun berlarian sampai berpeluh, 
Ia orang yg sangat On Time.
Beberapa kali sy diabaikan oleh nya karena tidak tepat waktu. 

Tergopoh saya,  melapor d Pos jaga Pol PP di lantai 1. (Kalau 10 tahun lalu,  saya sih main terobos saja)

Mata saya tiba2 terpaku pada Bang Sariman,  SH (pejabat Protokoler Pemkot Bima) yang nampak gelisah mencari2 orang. 

"Bang, cari siapa?" sapaku. 
"Nunggu tamu Pak Walikota,  Jam 09.00 katanya datang,"

"Lho,  saya juga dijanjikan ketemu jam 09.00 sama beliau, Bang. Tapi sy telat 5 menit ini. Emangnya, siapa tamunya kata beliau, Bang" ujarku. 

"Astaga,  ternyata Pak Hadi yg dimaksud beliau. Sudah cepat masuk langsung ke ruangan beliau. Untung beliau masih pimpin rapat. Pak Wali berpesan,  tamunya langsung di suruh tunggu d ruangannya," ujar Bang Sariman, SH. 

Saya pun bergegas masuk dalam ruangan Walikota Bima. Tak lama berselang muncullah sosok laki-laki tampan berwibawa itu. Pria yang sudah saya anggap seperti ayah sendiri, jauh sebelum ia "menduduki" kantor ini. 

"Maaf Aji telat. Harus pimpin rapat dulu, " ujarnya membuka pembicaraan. 

Saya diam, "Untung Bang Sariman,  tidak bocorkan keterlambatan saya. Coba gitu pasti kena sindiran lagi. Tp ini malah beliau yg meminta maaf. Hehehe," bathinku. 

"Saya tidak bisa terima Pak Ir Hadi Santoso,  di rumah. Karena itu rumah Dinas yang semuanya d biayai oleh Pemerintah dari uang Rakyat. Tidak boleh dipakai urusan politik. Kalau di kantor, semua kepentingan A-Z harus saya layani. Karena di kantor ini,  saya adalah pelayan," jelasnya. 

Saya diam tertegun,  "Ia tetap seperti 10 tahun lalu. Saat beliau masih pengusaha murni.  Placed In The Right Place. Semua ditempatkan pada tempatnya," bathinku. 
Meski, 12 tahun lalu sebelum ia menjabat. aku bebas "berkeliaran" di rumahnya. Bebas makan, bebas bersanda gurau dengan Umi Tua (Mertuanya), Umi Yani (Istrinya) Kak Nanu,  Selvy (Anak Sulungnya), dan Fikar (Anak keduanya).

Setelah panjang lebar berbincang agenda kami. 
"Aji, photo berdua dlu?" pintaku

Saat sy berpose dgn gaya bebas. 
"Ini ruangan Walikota,  mana boleh photo begitu," tegurnya. 
Saya tak membantah,  

Begitulah sosok *H Qurais H Abidin*. 
Sosok yang saya segani karena konsistensi pada prinsip dan aturan. Wajar jika ditangannya,  Pemkot Bima meraih predikat pengelolaan keuangan  WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Namun,  ia juga sosok yang sangat perhatian. Saya tahu ia pantau karir saya. 
Membantu saya, tanpa ia ungkap ke publik. Terlalu banyak orang yang ia bantu tak menyadari bantuannya,  termasuk saya.  

Jadi jangan heran,  karyawan-karyawan perusahaannya turun temurun sampai anak cucu mereka. Karena Sosok yang sepintas kelihatan "JAIM" (Jaga Image) itu, jauh didalamnya kaya perhatian dan kasih sayang! 

Kota Bima, 10 Juli 2018

Hadi Santoso 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.