Kunker di Donggo, Bupati Janji Akan Hadirkan Air Bersih Dari Ntuda Ncora - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Kunker di Donggo, Bupati Janji Akan Hadirkan Air Bersih Dari Ntuda Ncora

Bima, KB.- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wakil Bupati Bima, Drs.H.Dahlan M.Noer beserta jajarannya, pada Rabu (26/08/2020) melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kecamatan Donggo. Kunjungan Bupati didampingi anggota DPRD Kabupaten Bima dapil 3 seperti Supardin dan Ramdin SH.

Pantauan langsung wartawan kabarbima.com, Kunker kal ini, Bupati Bima dan Rombongan menyisir 5 desa di Kecamatan Donggo, yakni Desa Mpili, O'o, Doridungga, Kala dan Desa Mbawa. Di Semua Desa yang dikunjungi, Bupati Bima memberikan bantuan untuk masjid dan mushola, baik bantuan pribadi maupun bantuan dari pemerintah daerah dan juga dana CSR dari Bank NTB.

Bantuan pribadi diberikan Bupati Bima untuk masjid Desa Mbawa secara langsung sebesar Rp.20 juta, Mushola Sultan di Desa Mpili Rp. 5 Juta. Sementara bantuan dari Dana CSR Bank NTB diberikan untuk masjid Desa O'o dan Desa Kala Masing-masing Rp.25 juta. Bantuan dari pemerintah daerah juga diberikan untuk masjid dan mushola di desa laiinya seperti jam digital dan laiinya.

Saat berada di Desa O'o, Air bersih menjadi pembahasan utama dalam dialog Bupati Bima dan  masyarakat saat itu. Sumber air dari Ntuda Ncora sudah rusak dan debitnyapun sudah berkurang. Namun Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) menawarkan kepada masyarakat untuk sama-sama memperbaiki dan mengambil air dari Ntuda Ncora.

"Kita bantu anggaran untuk membeli alat-alatnya, masyarakat bantu tenaga untuk proses penyaluran air dari Ntuda Ncora. Karena lokasinya cukup jauh, Masyarakat harus ikut bergotong royong memperbaiki sumber air itu," pinta Bupati Bima.

Secara terperinci, Kepala Dinas Perkim, Taufikurahman, ST menjelaskan, bahwa jarak mata air  Ntuda Ncora dengan desa O'o sangatlah jauh dan harus ditempuh dengan perjalanan sekitar 6 jam. Jadi perlu waktu banyak untuk sampai di sumber air tersebut.

"Lokasinya disekitar Gunung Soromandi dan berada di sekitar desa Sai dan Sampungu. Kalau kita ke mata air itu, kita harus nginap disana, agar bisa memperbaiki dan menyalurkan air ke Desa O'o. Kita berangkat sama-sama, kita siapkan semua peralatan, masyarakat bantu membawa peralatan untuk memperbaiki dan penyambungan pipa. Kalau masyarakat sudah siap, kita tentukan waktu kapan berangkatnya," ajak Taufik.

Menurut Taufik, Sumber Mata Air itu memiliki dibet yang sangat besar, yakni sekitar 8 liter perdetik. Jika air tersebut berhasil disalurkan ke Desa O'o, maka kebutuhan masyarakat terhadap air bersih akan tercukupi. 

"Bukan hanya desa O'o yang akan menikmati air itu, bahkan desa lainpun akan kebagian air itu, karena debitnya cukup besar," terangnya.

Tawaran untuk gotong royong perbaikan dan penyambungan Pipa itu disambut baik oleh masyarakat Desa O'o, mereka juga akan siap menginap di lokasi mata air. (KB-01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.